Kalau Bisa Angkat Meriam Ini, Keinginan Kamu Terkabul


Meriam Pusaka Puyang Ratu 

semakucenter - Sudah pernah kan nonton film berjudul Thor? Itu loh film Superhero dari Marvel. Thor adalah sesosok dewa setengah manusia yang senjata utamanya adalah sebuah palu bernama Mjonil.

Yups, Mjolnir adalah palu godam yang tidak bisa diangkat oleh siapapun meski orang itu kuat . Namun begitu ringan jika diangkat oleh Thor sendiri. 

Nah, hal-hal seperti itu juga ada loh di Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu. Tepatnya di Desa Gedung Agung Kecamatan Pino. Namun di sini bukan palu melainkan sebuah meriam berukuran kecil yang berada di makam keramat Puyang (eyang) Ratu yang  tidak bisa sembarangan diangkat oleh siapapun. Meskipun Anda berbadan besar dan kuat, dan lebih dari satu orang yang mengangkatnya, meriam ini tidak bisa diangkat meski hanya ujungnya saja dan ini sudah banyak yang membuktikan.

Konon hanya orang yang yang berasal dari Kecamatan Pino itupun tidak semuanya atau keturunan dari Puyang Ratu begitu disebut warga sekitar, lah yang bisa mengangkat meriam tersebut. Uniknya, bila ada orang termasuk dari luar daerah Pino yang bisa mengangkatnya, maka cita-cita atau keinginan orang tersebut akan terkabulkan.

Hal ini disampaikan pak Luna (71), sesepuh atau juru kunci makam keramat Puyang Ratu. Dikatakannya, ada sebuah peristiwa yang hingga saat ini masih diingat warga sekitar, yaitu ketika Agusrin M Najamudin warga asli Desa Anggut Kecamatan Pino yang berlatar belakang orang biasa berziarah ke makam tersebut. Diapun kemudian berdoa dan berhasil mengangkat meriam tersebut sambil menyampaikan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Bengkulu.

Makam Keramat Puyang Ratu di Desa Gedung Agung Kecamatan Pino
Alhasil, pada Pilkada tahun 2005 dia terpilih menjadi Gubernur Bengkulu. Bahkan pada Pilkada selanjutnya tahun 2010 dia terpilih kembali menjadi Gubernur Bengkulu meski  dua tahun kemudian dia lengser lantaran tersandung masalah korupsi. “Saya ingat ucapan dia  yang meman merupakan keturunan puyang ratu mencalonkan diri sebagai gubernur mengatakan, jika satu putaran kalau pacak (bisa) aku angkat meriam ne (ini), ternyata meriam tersebut dengan mudah terangkat dan Agusrin menang dengan satu putaran juga,” kenang Pak Lun sapaan akrab pak Luna

Diceritakannya, meski sudah berusia tua dan karatan namun secara  mistis meriam Puyang Ratu ini masih bisa meledak. Namun meledaknya ketika hal-hal seperti musibah dan hal-hal lainnya yang besar  akan terjadi. 

Ketika Agusrin pertama kali menjadi gubernur atau ketika akan lengser, meriam tersebutpun berulang kali meledak. “Meledaknya secara gaib namun terdengar dengan warga sekitar, bahkan ada warga yang berada dekat makam itu, merasa tanah bergetar pada saat meriam itu meledak,” kata Paklun.

Makam keramat Puyang Ratu selama ini memang sering dijadikan tempat berziarah bagi masyarakat sekitar. Mulai dari mereka yang hanya membayar nazar hingga berdoa di makam ini dengan tujuan untuk meraih sesuatu. Diterangkan Pak Lun, makam disini sebenarnya bukanlah kuburan melainkan tempat petilasan benda pusaka Puyang Ratu luluhur mereka.

Tidak hanya para politisi dan pejabat yang berziarah, para pelajar pun yang hendak melaksanakan ujian nasional juga ada yang dating berdoa di tempat ini dengan harapan mereka lulus ujian nasional.
“Mereka yang datang istilahnya pamitan, dan berziarah. Makam ini hanya keramat dan tentunya yang diminta itu ya Allah SWT, makam ini merupakan perantara agar doanya terkabulkan,” jelas pak Lun. (yip)


0 komentar

sponsored content